74,2% dari Penduduk Lebak Menjadi Peserta BPJS, Lampaui Daerah Lain Di Indonesia

74,2% dari Penduduk Lebak Menjadi Peserta BPJS, Lampaui Daerah Lain Di Indonesia

Bupati Lebak Hj. iti Octavia Jayabaya bersama Kepala Regional XIII BPJS Benjamin Saut PS foto bersama bersama di Aula Multatuli Setda Lebak Jum’at (17/2/2017) usai penandatangan kesepakatan kedua belah pihak

Bupati Lebak Hj. iti Octavia Jayabaya bersama Kepala Regional XIII BPJS Benjamin Saut PS foto bersama bersama di Aula Multatuli Setda Lebak Jum’at (17/2/2017) usai penandatangan kesepakatan kedua belah pihak

Dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Lebak yang sehat,  cerdas dan sejahtera, Pemkab Lebak dalam hal ini Hj. Iti Octavia Jayabaya melakukan penandatanganan kesepakatan dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) di Aula Multatuli Setda Lebak, jum’at (17/2/2017).

Bupati mengatakan, berdasarkan data dari BPJS Cabang Rangkasbitung, data Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten Tahun 2017 sebanyak 748.752 jiwa dan Non PBI sebanyak 138.270 jiwa. Dengan demikian jumlah pemegang kartu BPJS di Kabupaten Lebak sebanyak 887.022 jiwa atau 74,2 % dari total penduduk kabupaten lebak sebanyak 1.195.003.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa ada penurunan angka jumlah penduduk di Kabupaten Lebak, data sebesar 1.195.003 merupakan data terupdate dari Disdukcapil yang mana dinas yang berkaitan dengan pencatatan penduduk di Kabupaten Lebak dan data ini menjadi patokan verifikasi Pembkab Lebak dalam mengumpulkan data valid terkait Penerima Bantuan Iuran (PBI) program BPJS.

“Penurunan angka penduduk Kabupaten Lebak Selama 7 tahun ini, mungkin ada masyarakat lebak yang pindah atau juga ada yang meninggal dunia ” ungkap bupati dalam sambutannya dalam acara penandatanganan kesepakatan BPJS sekaligus pengukuhan dewan pendidikan dan dewan kesenian daerah kabupaten lebak.

Penandatanganan kesepakatan oleh Pihak BPJS yang di wakili Kepala Cabang Utama Serang, Chandra Nurcahyo dan Bupati Lebak Hj. iti Octavia Jayabaya berlangsung lancar dan salah satu isi dari kesepakatan tersebut bahwasanya kartu BPJS dapat diterima oleh peserta tidak menunggu sampai 14 hari, karena selama ini jangka waktu peserta menerima kartu BPJS bagi masyarakat yang tidak mampu terhitung dari pendaftaran, relatif lama, sehingga ketika pihak BPK mengaudit terkait data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS, mereka telah terdaftar namun belum menerima kartu BPJS dan tentu saja ini menjadi sebuah masalah.

Bupati berharap semoga dengan adanya kesepakatan ini layanan BPJS Kesehatan kedepannya menjadi lebih baik serta ikut meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat golongan mampu sehingga target pemerintah di dalam universal coverege 2019 ini bisa tercapai dan dapat meningkatkan jumlah peserta BPJS termasuk anggarannya untuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Regional XXIII BPJS Benjamin Saut PS dalam pidatonya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkab Lebak, karena jumlah peserta BPJS di Kabupaten Lebak melebihi Target dan Ekspektasi yang di target yakni 70% , sedangkan jumlah peserta BPJS di lebak sebanyak 74,2% dari seluruh penduduknya.

“Kita berikan applause bagi ibu Bupati, angka ini kami sampaikan kepada ibu , lebih tinggi dari target angka rata-rata yang sudah di capai sampai saat ini, secara nasional kita baru mencapai 70% dan jauh melampaui dari Kabupaten dan Provinsi-Provinsi lain di Indonesia dan berharap semoga di tahun 2018 seluruh penduduk Kabupaten Lebak dapat terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan”. Pungkasnya.

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *