Bupati dan Wakil Bupati Lebak Hadiri Rakor Program Keluarga harapan (PKH)

Bupati dan Wakil Bupati Lebak Hadiri Rakor Program Keluarga harapan (PKH)

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya saat menyampaikan pidatonya dalam Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kabupaten Lebak di Gedung PGRI Jl. Siliwangi Ona Rangkasbitung, Kamis ( 16/1/2017 )

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya saat menyampaikan pidatonya dalam Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kabupaten Lebak di Gedung PGRI Jl. Siliwangi Ona Rangkasbitung, Kamis ( 16/1/2017 )

LEBAK,- Hj. Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati H. Ade Sumardi beserta jajarannya menghadiri Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kabupaten Lebak di Gedung PGRI Jl. Siliwangi Ona Rangkasbitung, Kamis ( 16/1/2017 )

Dalam pidato pembukaan RAKOR PKH 2017, Kepala Dinas Sosial Eka Dharmana Putra S.pd,MM mengatakan Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) Tingkat Kabupaten Lebak diselenggarakan dalam rangka mensosialisasikan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada seluruh OKP dan elemen aparatur pemerintah sehingga terjalinnya komunikasi, koordinasi dan sinergitas antara pendamping PKH dan aparatur pemerintah setempat agar para penerima bantuan dari program PKH valid secara data, efektif, efisien dan tepat sasaran.

“Masih ada camat yang belum mengenal para pendamping PKH di wilayahnya.” ungkapnya.

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya juga ikut menegaskan pentingnya sinergitas dalam Program Keluarga Harapan (PKH) karena program ini sangatlah penting untuk mendapatkan data yang valid terkait kelayakan penerima program PKH dan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat berstatus Rumah Tangga Sangat Miskin atau RTSM.

“Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Program Harapan Keluarga bertujuan untuk menegaskan kembali bahwa PKH adalah program perlindungan sosial yang meberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan kesinambungan dari program ini akan berkontribusi dalam percepatan pencapaian tujuan pembangunan Millenium Development Goal atau MDGS” jelasnya.

Lebih lanjut bupati menjelaskan bahwa Program Keluarga Harapan merupakan program bantuan tunai bersyarat yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. Penerima bantuan program PKH memiliki kompisi yang tidak sama antar penerima bantuan dan memiliki kewajiban yang harus dipenuhi sebagai penerima bantuan yakni :

  1. Kewajiban dibidang kesehatan meliputi peserta penerima yang memiliki ibu hamil/nifas, anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan Sekolah Dasar (SD).

  2. Kewajiban bidang pendidikan meliputi peserta penerima PKH yang memiliki anak usia 7-15 Tahun diwajibkan untuk didaftarkan /terdaftar pada lembaga pendidikan dasar (SD/SDLB/Salfiyah Ula/Paket A atau SMP/MTs/SMLB Salafiyah Wutsha/ Paket B atau SMP/Mts Terbuka) dan mengikuti kehadiran di kelas minimal 85% dari hari belajar efektif dan apabila ada anak usia 5-6 tahun yang sudah masuk sekolah dasar dan sejenisnya, maka bersangkutan dikenakan verifikasi bidang pendidikan.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lebak menerima Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2010 yang berlokasi di 27 kecamatan dengan jumlah penerima PKH sebanyak 19000 RTSM, dan untuk tahun 2016 pemerintah kabupaten lebak mendapat PKH di 28 Kecamatan dengan jumlah penerima sebanyak 36.322 RTSM dengan jumlah anggaran Rp. 41.419.931.636 dan jumlah pendamping PKH sebanyak 184 Orang.

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *