Musrenbang RKPD Kabupaten Lebak Tahun 2018

Musrenbang RKPD Kabupaten Lebak Tahun 2018

musrenbang

Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018, Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya beserta jajaran mengikuti Musyarawah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) dengan mengusung tema memacu infrastruktur untuk mewujudkan Kabupaten Lebak yang lebih maju dan berdaya saing di Aula Multatuli Setda Lebak, Rangkasbitung, Banten, Kamis (30/3/2017).

Dalam acara tersebut Bupati menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh peserta MUSRENBANG yang telah berperan aktif dalam melaksanakan musyawarah ini dengan baik dan juga mengapresiasi atas peran serta peserta musyawarah atas subangsih ide, gagasan atau usulan program dan kegiatan yang dihasilkan melalui musyawarah ini semoga dapat memberikan kontribusi dalam rangka mewujudkan Kabupaten Lebak yang lebih maju dan berdaya saing melalui pemantapan pembangunan perdesaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan sebagaimana visi Kabupaten Lebak dalam Peraturan Daerah No 13 Tahun 2016 tentang perubahan atas Peraturan Daerah No 5 Tahun 2014 Tentang RPJMD Kabupaten Lebak Tahun 2014-2019 yakni “Menuju daerah yang maju dan berdayasaing, melalui pembangunan perdesaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan”.

“Tahun 2018 nanti merupakan tahun kelima pelaksanaan pembangunan periode pemerintahan kami dan spirit tema musyawarah ini bukanlah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai tujuan, akan tetapi sebagai cara untuk mewujudkan Kabupaten Lebak yang lebih Maju dan berdayasaing.” Ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan capaian kinerja RPJMD sampai dengan tahun 2016 telah mencapai 84,78%, atau lebih besar dari target yang telah direncanakan sebesar 60% dan ini bukanlah hanya hasil kerja pemerintah semata akan tetapi hasil kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dan selayaknya capaian tersebut patut kita syukuri tetapi tidak boleh membuat kita terlena sebab tantangan kedepan akan lebih kompleks dan sisa waktu periode pemerintahan kami yang kurang dari 2 tahun ini , harus tetap fokus dalam bekerja, terutama pada target-target yang masih dibawah 70%.

Kepala Badan Pemrencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Hj. Virgojanti memaparkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Lebak dari tahun 2014-2016 mengalami kenaikan yang cukup tinggi sedangkan pada tahun 2017 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak mengalami penurunan yang disebabkan berkurangnya sumber dana perimbangan pusat berupa dana alokasi khusus non fisik sebagai konsekuensi dialihkannya kewenangan mengelola pendidikan menengah ke Pemerintah Provinsi Banten.

“Dari 1,7 Trilyun pada Tahun 2014 menjadi 2,4 Trilyun pada tahun 2016 sedangkan Tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 2,2 Trilyun” Jelasnya.

Virgojanti mengatakan untuk mewujudkan visi kabupaten Lebak diperlukan perencanaan yang tepat dengan menetapkan arah kebijakan disetiap tahapan pembangunan dan keberhasilan disetiap tahapan pembangunan dapat diketahui melalui pencapaian setiap target indikator kinerja pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

Dalam Musyarawah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Virgojanti juga menyampaikan bahwa proses perencanaan Tahun 2018, sudah mulai menggunakan aplikasi E-MUSRENBANG dimana aplikas ini membantu dalam perekaman proses perencanaan mulai dari inputing hasil MUSRENBANG Kecamatan sampai dengan RKPD.

Pada acara Musyarawah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) diumumkan penyelenggara terbaik MUSRENBANG RKPD Tingkat kecamatan Tahun 2017 yang pertama diraih oleh Kecamatan Warunggunung dan kedua diraih oleh Kecamatan Cileles dan terakhir di raih oleh Kecamatan Cirinten.

Penilaian penyelenggara terbaik MUSRENBANG RKPD Tingkat kecamatan dilakukan terhadap beberapa indikator yaitu tingkat kesesuaian data antara berita acara hasil MUSRENBANG serta tingkat partisipasi pemangku kepentingan dalam melaksanakan MUSRENBANG Kecamatan.

Peserta Musyarawah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RKPD diikuti oleh Perwakilan DPRD, Unsur Perangkat Daerah, Fasilitator Kecamatan, Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP), Unsur Akademisi, LSM/ORMAS, Tokoh Masyarakat, Unsur Pemuda, Unsur Perempuan, Unsur BUMN, BUMD, Pengusaha maupun swasta.

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE