Ngabuburit” Di Museum Multatuli Lebak

Lebak- Keberadaan museum Multatuli nampaknya berdampak positif bagi masyarakat yang tengah melangsungkan ibadah puasa Ramadan 1439 Hijriah.
Pasalnya museum pertama yang terletak di jantung kota Rangkasbitung tersebut menjadi alternatif warga untuk menghabiskan waktu menunggu adzan Maghrib berkumandang.
Pantauan dilapangan, puluhan orang silih berganti berdatangan di Museum kolonialisme tersebut mulai dari ber- selfie bersama patung Multatuli, Saidja – Adinda hingga berkeliling melihat isi museum.
Fatmawati (35) warga kecamatan Bayah mengaku sengaja mengunjungi museum Multatuli di bulan ramadan, selain untuk menghabiskan waktu juga menambah wawasan.
“Sengaja bersama keluarga datang, ngabuburit. Dapat ilmu gratis juga,”kata Fatmawati kepada BantenHits, Kamis (16/5/2018).
Menurutnya, keberadaan museum tersebut berdampak positif untuk masyarakat, sebab sejarah Belanda di Kabupaten Lebak juga terkuak secara rinci belum lagi terdapat replika dari patung Multatuli.
“Anak-anak bisa tahu kondisi Kabupaten Lebak pada jaman belanda, belum lagi selfie dengan patung dan interior museum yang elegan,”akunya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi dalam surat edaran yang diposting akun Instagram museummultatulilebak menyebutkan ada perubahan jam operasional museum Multatuli pada bulan ramadan.
Untuk hari selasa hingga kamis Museum Multatuli dibuka dari pukul 09.00 – 15.00 , Jumat 09.00 – 15.30 dan Sabtu hingga Minggu pukul 09.00 – 15.00. sedangkan Senin atau libur nasional lainnya tutup.
social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test