PANEN JAGUNG DI DESA BULAKAN KEC. GUNUNG KENCANA

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak terus berupaya meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai, juga beberapa komoditas unggulan lain dengan dukungan dari semua pihak terutama peran serta dari para petani di Kabupaten Lebak.
Untuk komuditas padi setiap tahunnya mengalami peningkatkan luas panen rata-rata sebesar 5,64% dari 86,191 hektar pada tahun 2016, sedangkan untuk jagung selama 5 tahun terakhir rata-rata luas tanam jagung hanya mencapai 1.806 hektar setiap tahunnya sebagian besarnya dipanen muda.
Kabupaten Lebak memiliki keunggulan komparatif yang bisa dioptimalkan diantaranya Tersedianya potensi lahan yang luas, jarak yang dekat dengan pabrik pakan ternak, kebutuhan jagung yang semakin meningkat baik untuk bahan pangan maupun pakan dan Tersedianya sumber daya manusia yaitu para petani dan kelompok tani. kata bupati lebak iti octavia jayabaya dalam acara panen jagung dan launching pengiriman perdana hasil panen jagung di desa bulakan kecamatan gunung kencana, Rabu (26/7/17).
“Pada tahun 2017 Kabupaten Lebak mendapat bantuan dari pemerintah pusat seluas 30.000 hektar untuk pengembangan jagung, dimana  700 hektar ditanam di desa bulakan kecamatan gunung kencana ini.” ungkapnya
Kementerian Pertanian mengapresiasi atas dukungan lembaga terkait, seperti TNI, POLRI dan semua jajaran terkait atas dukungannya terhadap sukses Swasembada pangan.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ir. Bambang mengatakan, pada tahun 2017 pemerintah pusat sangat memperhatikan sektor pertanian, hal itu bertujuan untuk memelihara tanaman pertanian tanaman perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kementerian atau lembaga yang lainnya boleh jadi ada pengurangan anggaran tetapi Kementerian Pertanian, Alhamdulillah Presiden memberikan perhatian yang tinggi terhadap masyarakat pertanian perkebunan dengan menambahkan alokasi anggaran pada APBD tahun 2017. khusus untuk perkebunan saja ada Rp. 600 miliar, Oleh karena itu, kepada pemerintah daerah agar mengusulkan traktor, pompa air supaya berkembang lagi dan juga bisa dipersiapkan untuk menanam komoditas perkebunan kelapa, Jagung dan banyak tanaman perkebunan kehutanan yang sangat memungkinkan untuk kita pahami dan diintegrasikan dengan jagung dan kedelai.” katanya.
Suksesnya Swasembada jagung, Bambang menambahkan, bisa diukur dari tidak menerima impor yang tidak lepas dari dukungan Kementerian / Lembaga, pengusaha dan para petani. secara nasional, komoditas jagung pada tahun 2016 sudah mencapai 23,6 juta Ton dan pada akhir tahun 2017 diperkirakan bisa mencapai 24,5 ton, diharapkan Indonesia bisa menjadi exportir terbesar pada tahun 2020.
Gubernur Banten Wahidin Halim juga menyampaikan bahwa pemerintah harus membantu para petani dalam penyaluran atau pemasaran jagung paska panen, selain itu Wahidin Halim juga bepersan agar kementerian pertanian bersungguh-sungguh dan berkesinambungan dalam mensukseskan Swasembada jagung yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lebak optimis akan menjadi penyumbang tercapainya sasaran upsus produksi jagung nasional yang telah ditetapkan sebesar 30.544.728 Ton.
social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test