Pembangunan TPA Dengung Selesai Akhir Tahun Ini

Pembangunan TPA Dengung Selesai Akhir Tahun Ini

Bupati Lebak meninjau Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 8 Ha yang terletak di Kp Dengung, Kabupaten Lebak, Banten.

Bupati Lebak meninjau Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 8 Ha yang terletak di Kp Dengung, Kabupaten Lebak, Banten.


LEBAK
,- Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 8 Ha yang terletak di Kp Dengung, Kabupaten Lebak, Banten akan dibangun dengan sistem Improved Sanitary landfill yang merupakan pengembangan dari sistem sanitary landfill. Hal tersebut dijelaskan Kepala Satuan Kerja Prasarana Sanitasi Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Banten, Adib Solihin, di TPA Dengung, Rabu (05/10/2016).

“Di TPA ini nantinya akan dilengkapi dengan instalasi perpipaan sehingga air sampah atau Leachate (dibaca :licit) dapat dialirkan dan ditampung untuk diolah sehingga tidak mecemari lingkungan, bila air sampah yang telah diolah tersebut akan dibuang keperairan umum, maka harus memenuhi peraturan yang telah ditentukan oleh Pemerintah”. Ujarnya.

Mengenai buangan air limbah, kata Adib, pada Improved Sanitary landfill juga dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan Gas yang dihasilkan oleh proses dekomposisi sampah di landfill, sehingga gas metan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Pembangunan TPA yang dikerjakan oleh PT. Rukun Jaya Makmur ini menelan biaya sebesar Rp. 19 milyar yang bersumber dari Anggaran Kemenerian PU dan Perumahan Rakyat, rencananya akan selesai pada akhir tahun ini.

Sementara itu Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, saat meninjau mengharapkan agar pengerjaan proyek TPA ini bisa selesai dan dilaunching bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Lebak pada tgl 2 Desember 2016 mendatang. “Saya berharap pembangunan ini akan membawa dampak fositip bagi masyarakat.” Ujar Bupati.

Bupati juga menyempatkan diri berbincang dengan warga sekitar yang merasakan manfaat dari TPA ini berupa gas metan, bahkan bupati menyalakan kompor gas milik warga tersebut.

Warga dengung, Narti (25 th) mengaku senang dengan adanya aliran gas geratis ke rumahnya. Menurutnya hal itu sangat membantu, karena sebelumnya dia biasa membeli gas LPG 3 Kg seharga Rp. 24 ribu untuk 3 – 4 Hari saja.

“Saya sangat senang dengan adanya saluran gas ini, karena saya bisa membuka usaha warung kecil-kecilan, jadi untuk memasak tidak perlu beli gas melon lagi” Katanya. ADH

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE