Pemkab Lebak Deklarasi Tolak Pertentangan Ideologi dan Anti Hoax

Lebak- Pemerintah Kabupaten Lebak bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyatakan deklarasi untuk menolak paham yang tidak sejalan dengan Ideologi Pancasila juga berita hoax.
Pjs Bupati Lebak Ino S Rawita mengatakan selain ideologi juga hoax pemerintah Kabupaten Lebak juga menyatakan menolak LGBT, Prostitusi, Narkoba serta peredaran miras di kota seribu Madrasah ini.
“Kita nyatakan bersama sama untuk menolak hal hal negatif terjadi di Kabupaten Lebak,”kata Ino saat memberikan sambutan pada upacara deklarasi anti hoax juga HUT Satpol PP, Linmas juga Damkar di Alun-alun Rangkasbitung, Senin (19/3/2018).
Menurutnya, saat ini tersiar kabar di masyarakat banyak isu mengenai interpensi para ulama, LGBT bahkan maraknya berita hoax yang mudah diakses masyarakat di media sosial.
“Kita fokus dan komitmen untuk menginformasikan kepada masyarakat agar menolak hoax dan terus berpegang teguh pada Pancasila,”ujarnya.
Ino mengaku saat ini Kabupaten Lebak akan menghadapi pemilihan Kepala daerah yang dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Masyarakat harus cerdas dalam mengelola informasi yang didapat juga cerdas dalam meneliti.
“Jangan asal tangkap dan kemudian disebarkan, kaji terlebih dahulu isu atau berita nya jangab mudah terbawa isu,”jelasnya.
Sementara Ketua MUI Lebak Pupu Mahpudin mengatakan deklarasi ini bertujuan lantaran banyaknya isu hoax yang saat ini mulai merangsak dan merusak kesatuan umat.
“Kita ingin masyarakat Lebak tolak hoax, LGBT, ideologi non Pancasila. Lebak tetap kondusif dari hal hal negatif,”pungkasnya.
social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test