Peringati Is’ra Mi’raj, Bupati : Perkuat Akidah Ahlussunah Wal Jamaah Dalam Bingkai NKRI dan Kebhinekaan

Peringati Is’ra Mi’raj, Bupati : Perkuat Akidah Ahlussunah Wal Jamaah Dalam Bingkai NKRI dan Kebhinekaan

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya didampingi Wakil Bupati serta seluruh OPD menghadiri acara Peringatan Isra Mi’roj Nabi Muhamad SAW Tingkat Kabupaten Lebak yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Remaja Masjid (FKRML) Se-Kabupaten Lebak di Masjid Al’Arah Kota Rangkasbitung, Lebak, Banten (25/42017)

Dalam sambutannya, Bupati Lebak menceritakan moment isra’ Mi’raj yang merupakan suatu perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, dimulai dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem dan kemudian perjalanan dilanjutkan naik ke langit ke tujuh dan ke Sidratul Muntaha dan kejadian ini terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, sekitar 620-621 Maeshi.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa Bangsa Indonesia dalam perjalanannya menuju kedewasaan dalam bernegara dan berbangsa terus mngelami ujian melalui beberapa peristiwa yang terjadi karenalunturnya komitmen Ber-Bhineka Tunggal Ika yang mana keberagaman elemen bangsa sudah tidak lagi menjadi perekat kebangsaan, bahkan Kebhinnekaan menjadi pemicu konflik yang cukup serius.

“Penguatan akidah Ahlussunah Wal Jamaah dalam Bingkai NKRI dan Kebhinekaan untuk membendung aliran yang menyimpang dari ajaran islam, dan merusak bingkai NKRI dan Kebhinekaan sangat, sangat perlu dibutuhkan oleh mayoritas umat islam di Indonesia” Ungkap Bupati.

Sehabudin, MPd selaku Majelis Syuro FKRML didampingi Dr Iyan Fitriana menjelaskan kbahwa Kegiatan Peringatan Isra dan Mi’ roj tahun 2017 bertajuk “Penguatan Aqidah Ahlusunah Wal Jamaah Dalam Bingkai NKRI dan Kebhinekaan” berlangsung pkl 08.00 bertempat di Masjid Agung Al A’raf Rangkasbitung.

Selanjutnya Sehabudin mengatakan sangat berterimakasih kepada Ibu Bupati Lebak yang telah hadir mendukung serta memberikan sambutan sebagai bukti ibu bupati telah peduli dan cinta kepada remaja masjid dalam rangka meningkatkan dan mencerdaskan masyarakat Lebak.

Sementara itu KH Amas Tadjuddin dalam uraian ceramahnya mengatakan, bahwa peringatan isro mi’roj saat ini harus dijadikan momentum penting untuk melakukan perubahan dalam tata kehidupan sosial kebangsaan dengan pengabdian keikhlasan melayani kepentingan umat.

Bahwa peristiwa isro mi’roj Nabi pasti benar, karena disebutkan dalam alquran, apapun yang bersumber dari al quran pasti benar, tidak bohong tidak dusta, ini harus menjadi dasar pemikiran sebagai bentuk keimanan kepada al quran, jadi kalo ada yang mengatakan alquran tipu tipu pantaslah jika umat islam merasa tersinggung, demikian uraian amas.

Isra Mi’roj Nabi Muhamad SAW Tingkat Kabupaten Lebak dihadiri dua ribuan jamaah dari berbagai daerah kecamatan se Kabupaten Lebak diantaranya KH Satibi Hambali, KH Masud, KH Edi Junaedi, KH Badrudin, KH Asep Saefullah La Tahzan, dan ulama sepuh lainya dari malingping, bayah, cikotok, panggarangan, juga tokoh agama dari wilayah timur seperti sajira, cipanas, maja, lebak gedong, dan kawasan tengah cikulur, warung gunung, cileles dan sekitarnya.

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test