PESERTA DIKLATPIM II JABAR KUNJUNGI LEBAK

Lebak – Sebanyak 28 orang Peserta Diklat kepemimpinan tingkat II angkatan XI Jawa Barat Kelas B tahun 2017 melakukan visitasi ke beberapa desa di kabupaten Lebak.
Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi peningkatan kemajuan daerah melalui Inovasi Atau terobosan dalam pengelolaan pemerintah dan sekaligus sebagai wujud kepedulian peserta sebagai pejabat publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam menerima laporan hasil visitasi di Aula Multatuli Sekretariat Daerah, Kamis (10/8/17)
“Kegiatan visitasi kepemimpinan nasional ini dapat dijadikan sarana bertukar pikiran dan memberikan masukan tentang inovasi yang telah dan akan dilakukan terhadap lokus yang dikunjungi, sehingga terbangun pengertian dan kesepahaman antara peserta dan stakeholder dalam menyikapi perubahan dan rencana tindak lanjut bagi kemajuan pembelajaran peserta.” kata Bupati lebak
Para peserta diklat pim II ini mengunjungi 4 desa yang ada di Kecamatan Curugbitung selama 3 hari di antaranya Desa Sekarwangi Desa Lebak Asih desa ciburuy dan desa cilayang.
Ketua tim visitasi Yusi Eko Yulianto menjelaskan, Desa Sekarwangi menjadi tujuan kegiatan ini untuk mengidentifikasi permasalahan dan kondisi nyata yang ada di desa tersebut.
“Kami akan mencari Gagasan atau ide inovasi yang sesuai untuk memecahkan permasalahan di desa sekarwangi antara lain di bidang kesehatan lingkungan, kamtibmas dan pendidikan dan BUMDes.” katanya
Identifikasi masalah yang dihasilkan oleh peserta pim II ini di antaranya masyarakat belum mendapatkan informasi yang jelas tentang misi perguruan tinggi negeri dan sekolah lanjutan tingkat atas dalam menjaring siswa berprestasi di daerah, selain itu kebiasaan masyarakat desa yang membuang hajat di sungai dan di kebun dapat mengganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan, dan terdapat BUMdes yang bergerak dalam bidang bank sampah perlu dioperasikan dengan sebaik-baiknya.
Tujuan visitasi ini dalam rangka membekali peserta diklat dengan melihat dan berkomunikasi secara langsung kepada kepala desa, perangkat desa lainnya dan tokoh masyarakat, untuk menggali dan menganalisa agar bisa memberikan saran atau pemecahan masalah yang inovatif.
social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test