Seren Taun Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang

Seren Taun Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang

HMS0

LEBAK,- Seren Taun Kasepuhan Cisungsang merupakan tradisi tahunan masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang yang terletak di wilayah Banten Selatan, tepatnya di Desa Cisungsang Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak, Banten. Upacara ini sebagai ekspresi rasa syukur masyarakat sekitar dan menandai usai dilaksanakannya musim panen padi oleh masyarakat Cisungsang.

Upacara diawali iring-iringan petani membawa ikatan padi hasil panen dengan diiringi musik tradisional. Iring-iringan berakhir di sebuah lumbung padi (leuit) yang berada di depan rumah adat kasepuhan, yang biasa disebut Imah Gede.

Kepala Adat Kasepuhan Cisungsang, Usep Suyatma Sr yang bisa disapa Abah Usep mengatakan bahwa tradisi itu sudah berlangsung sekitar 700 tahun lalu dan dijalankan secara turun-temurun setiap tahun. Bahkan, kunjungan warga yang ingin menyaksikan tradisi tersebut setiap tahunnya terus meningkat.

“Dahulu pada saat para tamu yang datang ke acara ini sekitar 1.000 sampai 3.000 orang, kami masih mmapu ngasih makan. Sekarang lebih dari itu, kami keteter. Untuk itu, perlu dicarikan solusinya seperti apa agar kami juga bisa melayani semua tamu yang datang ke sini. Akan tetapi, tidak ingin membebani masyarakat di sini,” kata Abah Usep.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai sarana rekreasi masyarakat dengan menyuguhkan berbagai hiburan dan kesenian.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan bahwa di Kabupaten Lebak ada beberapa kesepuhan yang tergabung Kesatuan Adat Banten Kidul (Sabaki). Kesepuhan di Banten tersebut di antaranya ada di Citorek, Sobang, Cisungsang, dan Cipta Gelar.

“Ritual Adat Seren Taun juga merupakan puncak siklus dari Tradisi Masyarakat Kasepuhan Cisungsang dalam proses pengolahan, menanam, memelihara, menyimpan dan menghargai Padi” Ujarnya pada Puncak perayaan seren tahun, di Cisungsang, Minggu (28/8/2016).

HMS1

Sementara menurut Gubernur Banten, Rano karno, tradisi Seren Taun di Cisungsang ini perlu didorong untuk jadi objek wisata budaya. Karena itu, perlu dukungan pembangunan infrastruktur yang memadai termasuk guest house (rumah penginapan) bagi para pengunjung dan lain-lain.

“Biasanya para pengunjung menginap di rumah warga tanpa dipungut biaya. Karena itu mungkin perlu dipikirkan untuk membangun penginapan. Kalau pun menginap di rumah warga, maka rumah warga tersebut perlu dibuat seperti home stay sehingga pengunjung perlu membayar sehingga ekonomi di masyarakat Kasepuhan Cisungsang juga ikut diberdayakan,” ujarnya. adh

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *