MUI Lebak Melatih Khotib dan Imam Masjid

MUI Lebak Melatih Khotib dan Imam Masjid

Sambutan Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya ketika membuka acara Pelatihan Khotib dan Imam yang digelar MUI Lebak, di Aula Bangkit Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (25/10/2016).

Sambutan Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya ketika membuka acara Pelatihan Khotib dan Imam yang digelar MUI Lebak, di Aula Bangkit Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (25/10/2016).


LEBAK
,- Kontribusi masjid dalam pembentukan peradaban islam tak terbantahkan, bahkan dalam sejarah islam masjid merupakan pusat peradaban. Hal itu disampaikan Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya ketika membuka acara Pelatihan Khotib dan Imam Masjid yang digelar MUI Lebak, di Aula Bangkit Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (25/10/2016).

“Ketika Rasulullah Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, pertama kali yang dilakukan adalah membangun masjid, masjid menjadi pilar utama peradaban islam bahkan dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah tidak terlepas dari peranan masjid”. Ujar Bupati.

Menurut Bupati, sejalan perkembangan jaman, masjid menjadi pusat kesejahteraan masyarakat baik dari sisi pendidikan, ekonomi maupun dari sisi sosial kemasyarakatan, untuk itulah perlu ditingkatkan pengetahuan dan kemampuan para khotib dan imam masjid.

“Kegiatan ini sangat bagus, salah satunya untuk mengantisipasi dan menyelamatkan umat dari ajaran sesat” Ungkapnya.

Sementara itu Ketua MUI Lebak, KH. Syatibi Hambali,  mengatakan bahwa kegiatan ini di ikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan para kyai muda dari seluruh utusan MUI Kecamatan Se- Kabupaten Lebak dan utusan ormas islam yang ada di lebak, yang akan dilaksanakan tanggal 26-25 Oktober 2016.

Menurutnya kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan tersampaikannya metode dakwah Rasulullah SAW kepada kaum muslimin, terutama dalam hal pemahaman strategi dan metodologi dakwah serta mengajak umat islam untuk kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salafush-shalih.

“Kutbah merupakan gabungan antara ilmu, seni dan sastra. Hal ini menggambarkan bahwa khatib dalam berkhutbah harus berdasar tiga pilar khutbah tersebut, agar khutbah yang disampaikannya dapat mempengaruhi jamaah dalam upaya meningkatkan kualitas diri di sisi Allah SWT” ujarnya.

Walaupun demikian, kata Ketua MUI, khutbah jumat berbeda dengan ceramah lepas, khutbah jumat harus singkat dan padat, jangan sampai khatib berlebihan yang dapat mengganggu kesahihan khutbah jumat, karena menurutnya tidak sahnya khutbah jumat berakibat pada tidak sahnya shalat jumat, karena khutbah jumat termasuk syarat sah shalat jumat.

“Oleh karena itu, khatib harus bener-benar mengetahui aturan khutbah yang telah dirumuskan oleh para ulama” Ungkapnya. ADH

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test