Hari Pemasyarakatan Indonesia

Disetujuinya konsep tentang pembinaan narapidana berdasarkan sistem pemasyarakatan sebagai realisasi gagasan pemasyarakatan yang dicetuskan oleh Prof. Sahardjo, S.H. tahun 1963 membuat setiap tanggal 27 April diperingati sebagai hari bersejarah bagi unsur sistem peradilan pidana di Indonesia. Dalam konsep permasyarakatan Prof Sahardjo, lembaga permasyarakatan bukanlah hanya sebagai lembaga yang melaksanakan hukuman melainkan tugas yang lebih berat adalah mengembalikan orang-orang yang dijatuhi pidana ke dalam masyarakatan

Pelaksanaan sistem pemasyarakatan sendiri dituangkan dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Selain itu terdapat pula landasan hukum Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1999 mengenai Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Dengan adanya landasan hukum terkait pemasyarakatan ini, maka diharapkan pilar-pilar pemerintah di tataran lembaga pemasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM makin baik untuk mewujudkan visi sistem pemasyarakatan yang berdasarkan Pancasila.

Gagasan mengenai pembinaan narapidana berdasar sistem pemasyarakatan menjadikan istilah “permasyarakatan” menggantikan istilah “kepenjaraan” melalui amanat tertulis Presiden Republik Indonesia yang diberikan pada Konferensi Dinas Para Pejabat Kepenjeraan (pada waktu itu) di Lembang, dekat Bandung, juga dalam rangka mengadakan “retooling” dan “reshapping” dari sistem kepenjaraan, yang dianggap tidak selaras dengan adanya ide Pengayoman sebagai Konsepsi Hukum Nasional yang berkepribadian Pancasila.

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE
Website Security Test