BKPM Menggandeng Bank of China Promosikan Investasi Indonesia

BKPM Menggandeng Bank of China Promosikan Investasi Indonesia
Tanggal Rilis :
Penulis Artikel :
Judul :
Indonesia Investment Coordinating Board
Keterangan :
Indonesia Investment Coordinating Board

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) gencar melakukan promosi untuk menjaring investor masuk ke Indonesia. Kali ini BKPM menggandeng Bank of China dalam rangka kegiatan mempromosikan investasi di Indonesia pada Juli 2015 mendatang dan menjadi salah satu upaya untuk menjaring lebih besar lagi investor China.

Kepala BKPM, Franky Sibarani di Jakarta, mengatakan bahwa promosi investasi ke China pada bulan Juli itu akan mempertemukan BKPM dengan pemerintah daerah serta kalangan pengusaha di Provinsi Zhejiang dan Fujian.

Franky menjelaskan pemilihan kerja sama dengan sektor perbankan besar setempat sangat efektif dalam mengjangkau investor potensial di negara yang bersangkutan karena luasnya jaringan pelanggan maupun mitra mereka.

Strategi promosi BKPM yang menggandeng perbankan besar setempat ini juga pernah dilakukan dengan Bank of Tokyo Mitsubishi (BTMU) saat kunjungan ke Jepang, Mei 2015. Pada saat itu dalam penyelenggaraan acara forum bisnis, hadir sekitar 600 investor yang merupakan pelanggan maupun mitra BTMU.

Negara Tiongkok atau China selama ini telah menjadi rekan strategis bagi Indonesia untuk bidang ekonomi. Investasi dari negara tersebut tercatat menduduki peringkat 12 untuk realisasi investasi pada periode 2010 sampai dengan kuartal pertama tahun 2015. Sektor terbesar investasi China di Indonesia adalah sektor utilitas yaitu listrik, air dan gas sebesar 23 persen, pertambangan sebesar 21 persen, industri dan logam, mesin, elektronik sebesar 16 persen.

Realisasi investasi China yang masuk ke Indonesia merupakan modal asli asal Tiongkok atau bukan merupakan modal yang melalui negara-negara lain (special purpose vehicle countries), layaknya investasi dari Singapura, Cayman Island, British Virgin Island, Seychelles dan lain-lain.

Sementara itu sepanjang lima tahun terakhir, investasi China 1,6senilai 1 juta dolar AS dari 1.427 proyek. Meskipun tren rencana investasi dari China selalu mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir yaitu mencapai 23,3 miliar dolar AS, akan tetapi realisasi investasinya ternyata hanya mencapai angka 7 persen. Oleh karena itu BKPM terus gencar mengupayakan peningkatan realisasi investasi dari China.

Pada bulan Mei 2015, BKPM juga telah menyelenggarakan Business Forum di Beijing yang membuahkan hasil konkrit lima perusahaan China yang akan berinvestasi di Indonesia dengan nilai total mencapai 16,7 miliar dolar AS. Sedangkan kegiatan promosi yang akan digelar pada Juli 2015 mendatang di Provinsi Zhejiang dan Fujian akan menyasar kepada industri pembuatan kapal beserta industri pendukungnya, industri tekstil dan industri padat karya.

TERKAIT

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Tanggapi

KETENTUAN

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

BERITA TERKINI

Berita Terbaru dari Pemkab Lebak
Index Berita