Zona Industri Tampung Ribuan Tenaga Padat Karya

Zona Industri Tampung Ribuan Tenaga Padat Karya

Kawasan zona industri di Kabupaten Lebak, Banten akan menampung ribuan tenaga padat karya guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Lebak Hari Setiono mengatakan, kawasan zona industri seluas 2.000 hektare itu berdasarkan hasil revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2014.

Adapun, lokasi kawasan industri itu berada di lokas Desa Citeras, Mekarsari dan Nameng Kecamatan Rangkasbitung. “Kehadiran zona industri itu nantinya akan menampung ribuan tenaga kerja lokal,” katanya.

Sebab lanjut Hari, saat ini warga Kabupaten Lebak mencari lapangan pekerjaan ke luar daerah, seperti Tangerang, Serang, DKI Jakarta dan Bogor. “Kami yakin akhir 2015 dipastikan tenaga padat karya mencapai ribuan orang bekerja di kawasan zona industri,” katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen untuk membuat lapangan pekerjaan di daerah sendiri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga mengantisipasi kemiskinan terstuktur. Untuk itu, pihaknya menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare yang berlokasi di tiga desa.

Lokasi zona industri tersebut diintegrasikan dengan pengembangan industri di sepanjang jalan Cikande dan Jawilan, Kabupaten Serang. “Kami terus mendorong agar investor dapat menanamkan modalnya di kawasan industri itu,” ujarnya.

Hari menyebutkan pemerintah daerah akan memberikan kemudahan periizinan dan jaminan keamanan bagi pelaku investor yang ingin mengembangkan usaha di zona industri tersebut.

Proses perizinan tidak berbelit-belit karena Kabupaten Lebak menjadikan daerah investasi. Saat ini, kata dia, zona industri sudah terdapat pabrik Mobil Tawon, gypsun, sepatu dan elektronika.

Kemungkinan tahun depan tumbuh industri yang mengembangkan di zona industri Citeras Rangkasbitung dari investor dalam negeri dan luar negeri.

Bahkan, perusahaan Korea Selatan, China dan negara lainya kini tengah dibangun di zona industi itu. “Kami optimistis kawasan zona industri itu dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Hari menyatakan, saat ini investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah perbatasan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang cukup banyak karena dijadikan zona industri sesuai dengan RTRW itu.

Pihaknya memberikan kemudahan perizinan karena dapat menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selama ini, investor yang mendirikan perusahaan di Jalan Rangkasbitung-Citeras tercatat 10 perusahaan.

“Kami berharap kebijakan pemerintah daerah itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui zona industri itu,” ujarnya.

Sumber: Antara

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *