Pemerintah Kabupaten Lebak
Bekerja Dengan Hati

Lebak- Pemerintah Kabupaten Lebak meminta masyarakat untuk cerdas dan tidak terprovokasi isu hoaks mengenai kenaikan harga bahan pokok atau Bapok menjelang bulan suci ramadhan. Pasalnya, hingga saat ini berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Lebak belum ada bahan pokok yang mengalami kenaikan harga secara signifikan di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Lebak. “Isu kenaikan harga itu belum benar, terakhir kita cek masih stabil. Memang ada beberapa harga yang naik tapi hanya Rp. 1 ribu atau Rp. 2 ribu,”kata Kepala Disperindagpas Dedi Rahmat kepada awak media, Jumat, 26 April 2019. Dedi juga meminta agar masyarakat tak perlu khawatir jika ada lonjakan harga bahan pokok menjelang bulan ramadhan ini. Mengingat, sambung Dedi pemerintah sudah memiliki solusi tersendiri untuk menangani lonjakan harga. “Kita pastikan akan Operasi pasar (OP) kalau ada kenaikan, bisa jadi dekat-dekat ramadhan, kita pasti subsidi harga bahan pokok jadi tak perlu khawatir,”tandasnya. Dedi menyebutkan beberapa bahan pokok yang akan disubsidi atau dijual di pasar murah, mulai dari beras, gula, telur dan bahan pokok lainnya. “Insha Allah, jadi masyarakat tak perlu khawatir mengenai lonjakan harga,”imbuhnya.

22

Lebak- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Kabupaten Lebak menargetkan akan memberikan pelatihan untuk 288 masyarakat di tahun 2019. Tujuannya agar masyarakat Kabupaten Lebak memiliki keahlian dan dapat menerapkannya dalam bidang pekerjaan yang akan digeluti.

Kasi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Lebak, Anita Yanuria Nurdin mengatakan sejak adanya Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak pada 2017 lalu hingga 2019 tercatat sudah ratusan masyarakat yang mendapatkan pelatihan.

“Untuk tahun 2017 yang telah diberikan pelatihan sekitar 40 orang, pada 2018 sebanyak 128 orang. Sedangkan untuk tahun 2019, rencananya sekitar 288 orang yang akan diberikan pelatihan,” kata Anita kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat, 26 April 2019.

Pelatihan yang diberikan, beber Anita, mulai dari membuat alas kaki, sablon, Virgin Coconut Oil (VCO), perhotelan, service HP, tata boga, komputer dan otomotif.

“Setelah diberikan pelatihan, para peserta diberikan sertifikat dan mengarahkannya kepada perusahaan berdasarkan kebutuhan. Seperti beberapa waktu lalu untuk tenaga operator forklift ke perusahaan Seijin kita telah mengirimkan dua orang untuk bekerja diperusahaan tersebut, sedangkan untuk keterampilan komputer kita meminta kepada LPK yang telah menjadi instruktur dalam pelatihan agar memprioritaskan untuk bekerja di LPK tersebut,”bebernya.

Dalam melakukan perekrutan untuk peserta yang akan mengikuti pelatihan, lanjut Anita, pihaknya melakukan promosi melalui Media Sosial (Medsos) dan spanduk dengan mencantumkan nomor telepon agar bisa langsung menghubungi dinas.

“Perekrutannya kita menggunakan Medsos dan spanduk yang disebar ke beberapa kecamatan pada bulan Januari 2019, karena batas akhir pendaftaran untuk perekrutan pesertanya pada tanggal 29 Februari 2019. Alhamdulillah banyak peserta yang mendaftar melalui nomor telepon yang kami berikan di Medsos dan spanduk yang telah kami sebar,”pungkasnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Bekerja Dengan Hati

Bagaimana Menurut Pendapat Anda tentang Website ini?