Dinas Ketapang Lebak Ajak PKK Optimalisasi Lahan Pekarangan Cegah Stunting

Lebak- Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak menggelar seminar penganekaragaman pangan dan perbaikan gizi masyarakat di gedung PPK Kabupaten Lebak, Kamis 15 November 2018.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan seminar ini mengangkat tema cegah stunting melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dan penganekaragaman pangan lokal. Tujuannya agar ibu penggerak PKK bisa memanfaatkan pekarangan untuk ditanami oleh pangan.
“Jadi kita coba ajak PKK untuk menanam bahan pangan di pekarangan agar stunting di Kabupaten Lebak bisa dicegah,”kata Rahmat.
Menurutnya, Stunting dapat terjadi akibat makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat tergolong tidak sehat sehingga melalui seminar ini masyarakat harus bisa menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi bahan pangan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
“Kebanyakan ini menyerang Balita, karenanya masyarakat harus bisa memanfaatkan pekarangan untuk menanam pangan yang positif agar asupan gizi terhadap anak bisa dikontrol,”ucapnya.
Kata Rahmat, pencegahan stunting juga dapat dilakukan dengan pola pikir ibu yang ingin menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi bahan pangan yang memikiki nilai gizi tinggi.
“Ketika ibu nya menerapkan konsumsi pangan yang memiliki nilai gizi cukup secara otomatis stunting dapat kita cegah se-dini mungkin,”ujarnya.
Rahmat berharap kegiatan yang diikuti TIM PKK dari 28 Kecamatan juga guru dari beberapa sekolah SMA/SMK di kabupaten Lebak ini bisa membuka pola pikir masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan agar ditanami bahan pangan.
“Kita berharap seminar yang diberikan kepada tim penggerak PKK dan guru ini juga bisa kembali disebarkan kepada masyarakat luas, agar Kabupaten Lebak terbebas dari Stunting,”imbuhnya.
Untuk diketahui, Seminar yang berlangsung satu hati ini menghadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dan BPTP dengan peserta 56 tim penggerak PKK dari 28 Kecamatan di kabupaten Lebak.
Comments (0)
Add Comment